Saturday, June 4, 2016

Daftar Harga 10 smartphone terlaris minggu ini



Sedang mencari smartphone baru, namun bingung menentukan pilihan? Jangan khawatir. Berikut ini adalah sepuluh smartphone paling populer di Indonesia, yang dapat menjadi referensi berburu kamu.
Di luar perkiraan, Samsung Galaxy J5 meroket ke peringkat puncak dari posisi delapan pada minggu sebelumnya. Mengekor di posisi kedua, ada Oppo F1 yang berada di peringkat ketujuh daftar minggu lalu. Diikuti Asus Zenfone 2 yang naik satu peringkat dari tujuh hari lalu. Mengenai tren harga, beberapa hari menjelang Ramadan harga smartphone di sebagian besar e-commerce bisa dikatakan sangat stabil.
Setiap smartphone dilengkapi harga dari sejumlah e-commerce, sehingga semakin memudahkan kamu untuk membelinya. Tanpa buang-buang waktu lagi, langsung saja simak daftar lengkapnya berikut ini.

1. Samsung Galaxy J5

Samsung Galaxy J5 | Image

OS: Android Lollipop 5.1 | Layar: 5 inci | Resolusi: 720 x 1280p | Prosesor: Qualcomm MSM8916 Snapdragon 410 Quad-core 1,2 Ghz Cortex-A53 | RAM: 1,5 GB | ROM: 8 GB |Baterai: 2600 mAh | Kamera depan: 5 MP | Kamera belakang: 13 MP
Seri Galaxy dengan kamera mumpuni lazimnya ditemukan pada kasta tertinggi, seperti Galaxy S7. Lewat Galaxy J5 yang diperkenalkan pada akhir April 2016 di negara asalnya, Samsung menyematkan kamera utama dengan resolusi 13 MP yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para pencinta aktivitas fotografi dengan smartphone.

2. Oppo F1

Oppo F1 | Image

OS: Android Lollipop 5.1 | Layar: 5 inci | Resolusi: 720 x 1280p | Prosesor: Qualcomm Snapdragon 616 Cortex-A53 Quad-Core 1,7 GHz | RAM: 3 GB | ROM: 16 GB | Baterai: 2500 mAh | Kamera depan: 8 MP | Kamera belakang: 13 MP
Smartphone ini dirancang untuk kamu yang suka selfie. Kamera depannya dibekali sensor 1,4 inci. Meski resolusinya hanya 8 MP, hasil fotonya mampu melampaui kamera belakangnya.
3. Asus Zenfone 2 ZE550ML
Asus Zenfone 2 | Image

OS: Android Lollipop 5.0 | Layar: 5,5 inci | Resolusi: 720 x 1280p | Prosesor: Intel Atom Quad-Core Z3560 1,8 GHz | RAM: 2 GB | ROM: 16 GB | Baterai: 3000 mAh | Kamera depan:5 MP | Kamera belakang: 13 MP
Spesifikasi dengan RAM 2 GB ini sebenarnya sudah cukup mumpuni untuk pemakaian sehari-hari. Namun, jika kamu ingin performa yang lebih baik, Asus menawarkan model dengan RAM 4 GB dengan harga yang jauh lebih mahal.

4. Apple iPhone 6

iPhone 6 | Image

OS: iOS 9.3.1 | Layar: 4,7 inci | Resolusi: 1334 x 750p | Prosesor: Apple A8 Dual-Core 1,4 GHz | RAM: 1 GB | ROM: 16 GB, 64 GB, 128 GB | Baterai: 1810 mAh | Kamera depan: 1,2 MP | Kamera belakang: 8 MP
Ketimbang iPhone 6s yang harganya bisa menembus 10 jutaan, membeli iPhone 6 menjadi pilihan yang logis. Terlebih karena harganya telah mengalami penurunan yang signifikan.

5. Apple iPhone 5s

iPhone 5s | Image

OS: iOS 9.3.1 | Layar: 4 inci | Resolusi: 1136 x 640p | Prosesor: Apple A7 Dual-Core 1,3 GHz | RAM: 1 GB | ROM: 16 GB, 32 GB, 64 GB | Baterai: 1570 mAh | Kamera depan: 1,2 MP |Kamera belakang: 8 MP
iPhone 5s merupakan smartphone pertama Apple yang dibekali dengan sensor sidik jari Touch ID. Meski umurnya sudah lebih dari dua setengah tahun, smartphone ini masih diminati, terutama bagi mereka yang tidak suka dengan smartphone berukuran besar.

6. Samsung Galaxy S7 Edge

galaxy-s7-edge
OS: Android Marshmallow 6.0 | Layar: 5,5 inci | Resolusi: 1440 x 2560p | Prosesor: Exynos 8890 Octa-Core (4 x 2,3 GHz + 4 x 1,6 GHz) | RAM: 4 GB | ROM: 32 GB | Baterai: 3600 mAh |Kamera depan: 5 MP | Kamera belakang: 12 MP
Gimmick layar bersisi pada S7 Edge ternyata berhasil menyedot perhatian publik. Terlebih karena Samsung membekali aplikasi eksklusif untuk memanfaatkan sisi layar tersebut. Selain itu, pengguna juga bisa mencicipi konten masa depan lewat aksesori Gear VR.

7. Huawei P8

huawei-p8
OS: Android Lollipop 5.0.2 | Layar: 5,2 inci | Resolusi:1080 x 1920p | Prosesor: HiSilicon Kirin 930 Cortex-A53 Octa-Core 2 GHz | RAM: 3 GB | ROM: 16 GB | Baterai: 2680 mAh |Kamera depan: 8 MP | Kamera belakang: 13 MP
Hueawei P8 hadir dengan desain yang simpel namun premium. Kesan mewah dipertegas dengan bodi berbahan aluminium. Layar dengan teknologi IPS-NEO LCD milikinya mampu menampilkan gambar dengan detail warna yang apik, kualitasnya diklaim sejajar dengan layar AMOLED.

8. Lenovo A7000

Lenovo A7000 | Image
OS: Android Lollipop 5.0.2 | Layar: 5,5 inci | Resolusi: 720 x 1280p | Prosesor: MediaTek MT6752m Octa-Core 1,5 GHz | RAM: 2 GB | ROM: 8 GB | Baterai: 2900 mAh | Kamera depan: 5 MP | Kamera belakang: 8 MP
Jika kamu mencari smartphone Android octa-core dengan harga terjangkau, Lenovo A7000 adalah salah satu kandidat yang layak dipertimbangkan. Tentunya kamu harus cukup puas dengan RAM berkapasitas 2 GB.

9. Xiaomi Mi 4i

Xiaomi Mi 4i I Image
OS: Android Lollipop 5.0.2 | Layar: 5 inci | Resolusi: 1080 x 1920p  | Prosesor: Qualcomm MSM8939 Snapdragon 615 Octa-Core (Quad-Core 1,7 GHz Cortex-A53 & Quad-Core 1 GHz Cortex-A53 ) | RAM: 2 GB | ROM: 16 GB | Baterai: 3120 mAh | Kamera depan: 5 MP |Kamera belakang: 13 MP
Mi 4i, yang resmi diluncurkan di Indonesia sejak Mei tahun lalu, sama seperti smartphone Xiaomi lainnya, yaitu mengusung fitur flagship namun dijual dengan harga relatif terjangkau.

10. LG G5 SE

LG G5 di Indonesia | Image
OS: Android 6.0 Marsmallow | Layar: 5,3 inci | Resolusi: 1440 x 2560p | Prosesor:Qualcomm Snapdragon 820 Quad-Core 1,8 GHz Cortex-A72 & Quad-Core 1,2 GHz Cortex-A53 | RAM: 3 GB | ROM: 32 GB | Baterai: 2800 mAh | Kamera depan: 8 MP | Kamera belakang: 16 MP
G5 SE merupakan seri “ekonomis” dari produk flagship G5 yang diunggulkan LG. Salah satu daya tarik G5 SE (dan tentunya G5) adalah aksesori pendukung Cartridge Modular Type berupa alat tambahan untuk memotret dengan lebih nyaman, audio yang lebih mantap, kamera 360 derajat, dan sebagainya.

Catatan editor: Harga telah dibulatkan dan dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk harga dari marketplace, harga diambil yang paling murah.



Wednesday, June 1, 2016

Fungsi Tombol-Tombol Keyboard

Fungsi Tombol-Tombol Keyboard

    Dalam keyboard ada tombol alfabet dari A-Z yang berfungsi untuk mengetik huruf A-Z. Selain itu juga ada tombol-tombol lainnya, antara lain:
Tombol backspace yang berfungsi untuk menghapus 1 karakter yang terlanjur diketik. Jika digabungkan dengan Ctrl, maka fungsi tombol backspace menghapus 1 kata dari depan. 1 kata merupakan kumpulan dari beberapa karakter yang dipisahkan oleh spasi.
Tombol Caps Lock. Jika tombol ini ditekan, maka lampu akan menyala tanda huruf yang diketik menjadi huruf kapital. Jika mati, maka huruf kembali normal.
Tombol Delete untuk menghapus 1 karakter yang berada pada posisi di belakang kursor. Jika digabungkan dengan tombol ctrl, maka fungsi dari tombol delete menjadi menghapus 1 kata yang ada di belakang kursor.
Tombol End berfungsi untuk memindahkan kursor ke akhir baris dari tulisan. Jika digabungkan dengan tombol ctrl maka tombol end akan berfungsi untuk langsung menuju pada bagian akhir dari lembar kerja.
Tombol Esc yang berfungsi dalam membatalkan sebuah perintah yang sudah dilakukan di menu. Semua perintah yang terlanjur diberikan akan dibatalkan seketika jika tombol esc ditekan.
Tombol Enter berfungsi untuk berpindah ke baris yang baru dari baris yang lama. Selain itu tombol enter juga memiliki fungsi sebagai perintah tegas dilaksanakannya sebuah perintah yang diberikan kepada program yang ada di komputer.
Tombol Home memiliki fungsi untuk membawa kursor ke sudut kiri atas atau awal baris. Jika digabungkan dengan tombol ctrl maka tombol home akan berfungsi untuk langsung menuju pada bagian awal dari lembar kerja.
Tombol Page Up memiliki fungsi untuk menggerakkan baris satu layar ke arah atas.
Tombol Page Down memiliki fungsi kebalikan dari page up yakni untuk menggeserkan satu garis ke bawah.
Tombol Tab berfungsi untuk memindahkan kursor dalam satu tabulasi ke arah kanan. Jika ditekan terus maka perintah tersebut akan berulang yakni terus memindah kursor dalam satu tabulasi ke arah kanan dari posisi awal.
Ini adalah Tombol Kombinasi Antara CTRL + …
• Ctrl + A : Select All
• Ctrl + B : Bold
• Ctrl + C : Copy
• Ctrl + D : Font.
• Ctrl + E : Center Alignment.
• Ctrl + F : Find.
• Ctrl + G : Go To.
• Ctrl + H : Replace.
• Ctrl + I : Italic.
• Ctrl + J : Justify Alignment.
• Ctrl + K : Insert Hyperlink.
• Ctrl + L : Left Alignment.
• Ctrl + M : Hanging Indent.
• Ctrl + N : New.
• Ctrl + O : Open.
• Ctrl + P : Print.
• Ctrl + Q : Normal Style.
• Ctrl + R : Right Alignment.
• Ctrl + S : Save / Save As.
• Ctrl + T : Left Indent.
• Ctrl + U : Underline.
• Ctrl + V : Paste.
• Ctrl + W : Close.
• Ctrl + X : Cut.
• Ctrl + Y : Redo.
• Ctrl + Z : Undo.
• Ctrl + 1 : Single Spacing.
• Ctrl + 2 : Double Spacing.
• Ctrl + 5 : 1,5 lines.
• Ctrl + Esc : Start Menu.
Dan Untuk Tombol dengan Awalan F1-10 berikut adalah Fungsinya :
• F1 : Menjalankan fungsis pertolongan yang disediakan pada Word.
• F2 : Memindahkan teks atau objek yang dipilih.
• F3 : Menjalankan perintah AutoText.
• F4 : Mengulangi perintah sebelumnya.
• F5 : Menjalankan perintah Find and Replace atau Goto.
• F6 : Menjalankan Perintah Other Pane.
• F7 : Memeriksaan kesalahan ketik dan ejaan teks.
• F8 : Awal perintah penyorotan/pemilihan teks atau objek.
• F9 : Mengupdate Field (Mail Merge).
• F10 : Mengaktifkan Menu.
• F11 : Memasukkan field berikutnya (Mail Merge).
• F12 : Mengaktifkan dialog Save As.
Ini Untuk Tombol-tombol Tambahannya :
• Esc : Membatalkan dialog / perintah.
• Enter : Melaksanakan pilihan atau mengakhiri suatu paragraf.
• Tab : Memindahkan teks sesuai dengan tanda tab yang ada pada ruler horizontal.
• Windows : Mengaktifkan Menu Start.
• Shortcut : Mengaktifkan shortcut pada posisi kursor.
• Delete : Menghapus 1 karakter di sebelah kanan kursor.
• Backspace : Menghapus 1 karakter di sebelah kiri kursor.
• Insert : Menyisip karakter di posisi kursor.
• Home : Memindahkan posisi kurosr ke awal baris.
• End : Memindahkan posisi kurosr ke akhir baris.
• Page Up : Menggulung layar ke atas.
• Page Down : Menggulung layar ke atas.
• Up : Memindahkan kursor 1 baris ke atas.
• Down : Memindahkan kursor 1 baris ke bawah.
• Left : Memindahkan kursor 1 karakter ke kiri.
• Right : Memindahkan kursor 1 karakter ke kanan.
• Num Lock On : Fungsi pengetikan angka-angka dan operator matematik aktif.
• Num Lock Off : Fungsi tombol navigasi aktif.
• Shift + F10 : Membuka menu pintas, sama seperti mengklik kanan.
• Shift + Delete : Menghapus item yang dipilih secara permanen tanpa menempatkan item dalam Recycle Bin.
• Ctrl + Right Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal kata berikutnya.
Ctrl + Left Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal kata sebelumnya.
Ctrl + Down Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal paragraf berikutnya.
Ctrl + Up Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal paragraf sebelumnya.
• Ctrl + F4 : Close dokumen aktif dalam program-program yang memungkinkan Anda untuk memiliki beberapa dokumen yang terbuka secara bersamaan.
• Ctrl + Shift + Tab : Bergerak mundur melalui tab.
Shift + Tab : Bergerak mundur melalui pilihan .
• Alt : Penekanan tombol yang tidak dikombinasikan dengan tombol lain hanya berfungsi untuk mengaktifkan atau memulai penggunaan menu bar.
• Alt + F4 : Menutup item aktif, atau keluar dari program aktif.
• Alt + Enter : Menampilkan properti dari objek yang dipilih.
• Alt + Spacebar : Buka menu shortcut untuk jendela aktif.
• Alt + Tab : Switch antara item yang terbuka.
• Alt + Esc : Cycle melalui item dalam urutan yang mereka telah dibuka.

Sejarah Format File Video

Sejarah Format File Video

Tahun 1956
Tahun 1956 merupakan awal mula kemunculan format video yang diberi nama Ampex Quadruplex. Format video tersebut merupakan format yang dibuat untuk video tape sehingga semenjak itu pengambilan video dapat dilakukan secara “portable”. Ya, “portable” karena pada saat itu pengambilan video tetap harus dilakukan menggunakan gulungan pita film sebesar 2” dan berbagai peralatan besar lainnya. Bayangkan, sekarang kita bahkan sudah dapat merekam video hanya dengan kamera video sebesar jari saja.


Bertahun-tahun setelah kemunculan format video perdana tersebut, munculah berbagai macam format video baru yang lebih mutakhir dari mulai Betamax hingga W-VHS yang merupakan jenis kaset HDTV buatan JVC yang gagal di pasaran. Pada masa-masa itu pula mulai dikembangkan media penyimpanan untuk sebuah video, dari mulai kaset digital, laserdisc, hingga DVD yang masih bertahan hingga saat ini.


Tahun 1984 – Standar Video Digital Pertama (H.120)
Pada tahun 1984, standar video digital pertama dibuat oleh International Telecommunication Union – Telecommunication Standarization Sector yang pada waktu itu memerintahkan para peneliti untuk membuat sebuah standar video baku. Para peneliti itu kemudian secara cepat membuat sebuah standar video yang mengawali petualangan format file video digital hingga saat ini.


Tahun 1988 – kemunculan Basis Standar Video Modern (H.261)
Dikembangakn pada tahun 1988 oleh International Telecommunication Union, H.261 menjadi standar kompresi video digital pertama yang dibuat. Standar tersebut juga menjadi basis standar dari berbagai macam video standar dan codec yang dibuat kemudian. Standar ini merupakan salah satu yang paling penting dalam sejaran perkembangan video digital mengingat standar H.120 tidak mempunyai kualitas yang mumpuni untuk diadopsi.


Tahun 1991 – Kemunculan MPEG-1
Dikembangkan oleh Movie Picture Experts Group, pada tahun 1991 standar video MPEG-1 dibuat untuk melakukan kompresi video berkualitas VHS dan compact disc ke dalam bitrate sebesar 1,5 Mbit/s.
MPEG dapat mendefinisikan secara jelas bagaimana bitstreaming dan decoding dari sebuah video seharusnya dilakukan. Sayangnya, MPEG tidak mendefinisikan secara jelas metode kompresi dan juga encoding video sehingga kemudian banyak encoder yang berkembang dari standar video ini.


Tahun 1992 – Kehadiran AVI (Audio Video Interleave)
Pada tahun 1992 Microsoft meluncurkan sebuah format file video yang masih banyak dipakai hingga sekarang ini yaitu AVI. AVI sendiri adalah singkatan dari Audio Video Interleave. Sayangnya format video ini tidak terlalu lama menjadi anak emas Micrososft karena berbagai macam keterbatasan yang dimilikinya.
Beberapa macam keterbatasan tersebut diantaranya adalah ketiadaan informasi aspek rasio sehingga akhirnya format ini digantikan oleh format WMV yang merupakan bagian dari format ASF container.


Tahun 1994 – MPEG-2 Muncul Meramaikan Kumpulan Format Video
Pada tahun 1994, MPEG-2 atau yang juga disebut sebagai H.262 muncul memanaskan persaingan dalam format video. Format video ini menawarkan resolusi yang lebih baik dan juga bit rates yang lebih tinggi. Format ini juga menjadi codec video standar yang digunakan oleh DVD dan juga TV Digital.


Tahun 1997 – Kelahiran Real Media (RM)
Pada tahun 1997, Real Network membuat Real Media yang dibuat berdasarkan standar H.263. Real Media ini dapat menjalankan file Real Audio dan juga Real Video (RV). Real Video sendiri merupakan format yang dibuat pada tahun 1997 ini untuk kebutuhan streaming media melalui internet.


Tahun 1998 – Peningkatan Kualitas Video Secara Drastis
Tahun 1998 merupakan tahun di mana kualitas video ditingkatkan secara drastis karena pada tahun tersebut mulai dikembangkan MPEG-4 dan juga standar dari video high definition. MPEG-4 dibuat untuk memberikan dukungan yang lebih baik terhadap berbagai macam fitur modern seperti rendering video 3 dimensi (3D), digital rights management (DRM), dan juga high resolution.


Standar MPEG-4 (Type 2) juga menjadi basis dari pembuatan berbagai macam format video lain seperti DivX dan Xvid. Selain itu, MPEG-4 (Part 10), H.264, dan Microsoft VC-1 menjadi standar yang ada dalam format video Blu-Ray dan HDTV.


Format video lain yang kemudian muncul adalah VOB yang merupakan singkatan dari DVD Video Object. VOB merupakan format berbasis MPEG yang digunakan untuk DVD. Format ini dapat menampung video, audio, subtitle, dan menu secara sekaligus. Namun terdapat meberapa batasan dalam format ini karena memang VOB digunakan untuk DVD yang dijual secara komersil.


Tahun 2001 Sampai Sekarang – Format File Video Semakin Bervariasi
Semenjak tahun 2001, berbagai macam format video baru bermunculan dengan menawarkan berbagai macam kelebihan yang dimilikinya. Salah satunya adalah sebuah container video gratis bernama OGG. Pada awalnya OGG ini merupakan proyek audio bernama Squish pada tahun 1994, namun berubah menjadi OGG ketika diluncurkan pada tahun 2001. Walaupun tidak sepopuler format video MP4 dan yang lainnya, namun OGG telah menjadi sebuah format standar dalam menjalankan video online di HTML 5 yang tidak membutuhkan dukungan flash.


MP4 juga muncul dan menjadi container standar untuk menonton video MPEG-4 Part 14. Standar ini dibuat langsung berdasarkan format Quicktime, namun juga menyediakan menyediakan dukungan untuk fitur-fitur yang dimiliki oleh MPEG, seperti Initial Object Descriptors.


Selanjutnya pada sekitar tahun 2003 munculah format Flash Video yang biasa disebut sebagi FLV. FLV sendiri kemudian digunakan untuk menyajikan video MPEG melalui flash player. Format ini kemudian menjadi format video wajib yang ada hampir di semua website. Sayangnya perangkat buatan Apple yang memakai sistem operasi iOS tidak mendukung format ini.


Apple juga tidak ketinggalan langkah dalam membuat format video karena mereka juga membuat format video MOV yang merupakan penerus dari format AVI. Format ini dirancang khusus untuk menonton video di desktop. Hal yang membuat MOV unik adalah kemampuannya untuk mengimport dan juga melakukan editing secara langsung.


Jika Anda sering merekam video melalui ponsel, pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan format video yang bernama 3GP. Ya, 3GP merupakan sebuah format video yang dibuat oleh 3rd Generation Partnership Project dalam usahanya untuk membuat sebuah spesifikasi dan standar video untuk telekomunikasi mobile. Sehingga hampir semua ponsel berkamera pasti dapat merekam video dalam format 3GP.


Yang terakhir adalah format video yang cukup terkenal baru-baru ini, terutama setelah kehadiran video high definition, yaitu MKV. MKV merupakan sebuah format video gratis dan terbuka yang dapat menampung video, audio, subtitle, dan juga foto dalam jumlah yang tak terhingga (unlimited) hanya dalam sebuah file. Pada tahun 2010 juga diumumkan bahwa format WebM yang digunakan untuk video di HTML5 akan berbasis dari format MKV ini.

Maksimalkan keuntungan yang anda peroleh dari bermain game



 Kali ini kita maka akan menilik beberapa potensi manfaat yang bisa kita diperoleh dari bermain video game, tapi sebelumnya ada berita baik dulu yang perlu diketahui para gamer. Berita apa itu?

Baru-baru ini Kemendikbud merilis sebuah pesan lewat Facebook yang berisi imbauan pada masyarakat tuk mengenal sistem rating dalam video game. Dalam pesan tersebut dikatakan bahwa video game bisa jadi hiburan yang mendidik, namun ada pun video game yang baru layak dimainkan setelah anak mencapai usia tertentu. Tidak hanya imbauan soal score, Kemendikbud juga mengajak para orang tua untuk mendampingi anaknya dalam memilih serta bermain video game.

Kemendikbud-Sistem-Rating-Photo

Pesan dari Kemendikbud ini jelas merupakan angin segar pada tengah isu kekerasan serta pemblokiran video game yang sedang marak. Semoga tertentu sistem rating bisa bertambah dikenal oleh masyarakat Philippines nantinya, dan video game tidak jadi kambing hitam terus-terusan atas masalah-masalah yg sebenarnya disebabkan oleh kurangnya edukasi dan kedisiplinan.
Nah, sekarang kembali ke topik asal kita. Kalau bicara soal dampak positif movie game, biasanya hal yg tercetus di kepala adalah game bertipe edukatif alias-name edugame. Padahal video gaming yang bermanfaat itu tidak hanya edugame saja. Manfaat misalnya apa saja sih yang terdapat, dan video game seperti apa yang bisa memberi manfaat tersebut? Mari anda simak di bawah.

Cara Relaksasi

Manfaat pertama ini sebenarnya sudah jelas banget, yaitu video game menjadi sarana hiburan atau relaksasi. Tentu saja hiburan bukan boleh dilakukan secara berlebihan agar tidak jadi hedonisme. Memainkan game secara teratur dengan waktu bermain secukupnya akan membantumu melepas stres setelah seharian belajar dan bekerja.
Hati-hati, video game juga bisa membuatmu tambah stres lo! Kalau anda main game dengan kesulitan tinggi, atau main game kompetitif seperti Dota 2 dan Street Fighter V (lalu kalah), bisa-bisa kamu malah pusing dan bete gara-garanya. Relaksasi sebaiknya diaplikasikan dengan main game oleh kesulitan rendah atau menengah, serta tidak terlalu tidak sedikit mengandung aksi.

Rekomendasi

Mainkan game yang sesuai melalui selera. Hindari game dengan aksi cepat atau kesulitan tinggi. Contoh game yg cocok untuk relaksasi misalnya Journey, Child of Gentle, The Sims, dan Stardew Valley.

Meningkatkan Literasi

Mungkin kamu pernah mendengar berita atau riset yang menyatakan bahwa tingkat literasi (kemampuan membaca) masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Membaca memang bukan hobi yang bisa dinikmati keseluruhan orang, dan menumbuhkan kebiasaan membaca tidaklah mudah jika orangnya sendiri tidak berminat. Nah, video game dapat menjadi jembatan untuk menanamkan minat membaca pada masyarakat.
Game yang punya banyak konten bacaan umumnya punya fokus pada cerita, umpama game genre RPG, experience, atau visual novel. Cerita-cerita computer game sering kali terinspirasi dari sejarah maupun mitologi-mitologi kuno, jadi selain meningkatkan kemampuan membaca game jua bisa memperluas wawasan. Kalau ada gamer generasi PLAYSTATION One yang paham soal mitologi bangsa Skandinavia, dapat ditebak bahwa dia mengenal hal tersebut gara-gara main Valkyrie Profile.
Tentu saja untuk bisa membaca kita harus mengerti bahasanya lebih dahulu. Sebagian besar game di Indonesia memiliki kode Inggris, jadi video game bisa memotivasi kita untuk belajar bahasa Inggris melalui rajin. Mari kita dukung pelestarian game berkonten bacaan, jangan hanya main game pukul-pukulan atau tembak-tembakan aja.

Rekomendasi

Mainkan game bergenre RPG, adventure, dan visible novel. Beberapa judul yang layak dicoba misalnya Ultimate Fantasy IX, An Octave Higher, The Legend of Heroes: Trails of Cold Steel, dan Dragon Age: Inquisition.

Melatih Refleks dan Konsentrasi

Seandainya di poin pertama tadi saya merekomendasikan game yang santai untuk relaksasi, pada poin ini justru sebaliknya. Memainkan game kompetitif dengan tingkat kesulitan tinggi mungkin tidak begitu bikin rileks, tapi bisa membantu melatih refleks dan kemampuan kindertageseinrichtung berkonsentrasi. Game seperti ini bila dimainkan akan cukup menguras energi, tapi jua memberi rasa puas yang besar.
Di zaman modern ini banyak game kompetitif yang bisa dimainkan online. Saya tidak merekomendasikan kalian untuk langsung main game secara online apabila kamu belum terlalu mahir. Salah-salah kamu bisa langsung kena trash talk gara-gara permainanmu merugikan kawan-kawan setim. Berlatihlah dulu melawan AI atau teman. Begitu sudah dapat main dengan baik serta benar, silahkan adu kemampuan secara online.
Bila anda malas main melawan jamaah lain, banyak juga game single player yang wajib refleks dan konsentrasi gede untuk dimainkan. Misalnya game bergenre action, rhythm, sampai bullet hell shooter.

Rekomendasi

Game bergenre action, real-time strategy, rhythm, maupun topic hell shooter. Seri Satan May Cry, Project Gorgeous woman, Azure Striker Gunvolt, serta Dark Souls adalah dalam beberapa contoh game bertipe misalnya ini. Game multiplayer kompetitif seperti Dota 2, BlazBlue, dan Vainglory juga dapat dicoba. Intinya semua model game yang butuh refleks cepat.

Melatih Kemampuan Mengingat dan Problem Solving

Selain melatih refleks fisik, game juga bisa membantu melatih kecepatan refleks rasio. Uniknya kedua hal terkait seringkali justru berhubungan. Tidak sedikit game yang tidak hanya butuh refleks cepat, akan tetapi juga butuh berpikir cepat. Ingatan kuat dan kemampuan problem solving sangat dibutuhkan untuk satu kata kunci penting dalam dunia video game: strategi.
Ingin mengalahkan bos-bos monster kuat contohnya Omega Weapon di Last Fantasy VIII? Selain wajib persiapan level dan senjata, kita tentu juga butuh strategi. Ingin membangun kota metropolis yang besar dan padat di Sim Town? Lagi-lagi strategi diperlukan agar jalanan tidak macet serta ekonomi tersebar merata. Bahkan berduel di permainan kartu seperti Hearthstone juga wajib strategi.
Makin kompleks game yang kita mainkan, semakin banyak otak kita bekerja untuk menyelesaikan masalah pada depan mata. Dengan terbiasa mengingat berbagai variabel serta menyusun strategi dalam video game, kita tidak akan kaget atau panik bila disyaratkan menyusun strategi di dunia nyata. Jenis masalahnya mungkin berbeda, tapi proses berpikirnya sama.

Rekomendasi

Hampir keseluruhan genre game punya elemen strategi, jadi pilihlah game yang butuh strategi kompleks dan sulit. Contohnya Dota 2 (lagi-lagi), This Conflict of Mine, seri World, serta game simulasi contohnya Cities: Skylines.

Menambahkan Kepercayaan Diri

Poin kelima ini mengingatkan saya maka akan artikel yang ditulis dengan Rhenald Kasali pada pertengahan tahun 2015 lalu. Pada tulisannya beliau menyebutkan yakni game adalah media yang kaya akan apresiasi. Aksi-aksi kita dalam video game selalu dihargai dengan salahsatu reward, dan kita sering kali diperlakukan bak pahlawan yang punya peran tidak kecil dalam perubahan dunia.
Begitu pula ketika kita gagal. Bukannya dihukum atau dihina, kita justru didorong untuk mencoba lagi sampai akhirnya berhasil. Semakin besar tantangan yang diberikan, semakin besar pula hadiahnya. Hasilnya adalah semangat tinggi untuk menyelesaikan pasal dan rasa percaya diri bila berhasil melampaui pasal tersebut.
Hal ini beda dengan dunia nyata. Selain kurang apresiatif, dunia nyata juga sering sangat kejam dalam memberi hukuman. Mungkin kamu ingat kasus Hersker Orth dari Microsoft, di mana salah bicara pada Twitter saja bisa membikin orang kehilangan pekerjaan. Fall tersebut memang akhirnya menjadi inspirasi untuk mengembangkan game Adr1ft, tapi tetap tertentu cukup sedih untuk diingat.
Bermain game bisa membuat kita makin percaya sendiri karena kita jadi merasakan "bisa menyelesaikan masalah". Kenda;la di game memang sebatas fiksi, tapi rasa percaya diri yang didapat bisa diterapkan ke masalah negara nyata. Dan rasa percaya diri adalah hal yang sangat penting untuk dimiliki.

Rekomendasi

Segala jenis game. Makin menantang, makin baik.

Menyehatkan Badan

Video game bisa menyehatkan badan? Mitos dari mana ini? Bukan mitos kok, ini betulan.Video game bisa sekaligus jadi sarana berolahraga, tapi memang tidak semua jenis game.
Game yang bisa menyehatkan adalah game yang butuh banyak gerak, biasanya game yang harus dimainkan dengan motion sensorcontroller khusus, maupun game arcade. Sering-seringlah main ke game center di kotamu, atau sediakan karpet dansa dan Kinect agar kamu bisa berolahraga di rumah. Main berbagai jenisgame Wii juga akan membuatmu banyak bergerak.

Rekomendasi

Game arcadegame rhythmgame Kinect, dan game Wii. Saya sendiri menyukai Dance Evolution, seri Drum Mania, serta tentu saja game dansa paling populer di game center yaitu Pump It Up.

Sarana Sosialisasi

Game sebagai sarana sosialisasi sudah saya singgung di artikel sebelumnya. Kalau seoranggamer bertemu dengan gamer lain, biasanya mereka bisa langsung punya obrolan yangnyambung. Lebih lanjut lagi mereka bisa jadi teman bermain, membentuk komunitas, mendirikan perusahaan, bahkan mungkin menikah!
Banyak game multiplayer yang menuntut pemainnya bekerja sama dan fokus pada peran tertentu. Ada tipe orang yang lebih senang maju di garis depan dan memimpin pasukan, sementara sebagian lainnya lebih nyaman mendukung di belakang dan mengatur strategi. Dengan bermain game seperti ini, kita bisa mengenali potensi serta peran yang cocok untuk diri kita, kemudian menerapkannya dalam teamwork di dunia nyata.

Rekomendasi

Game multiplayer yang butuh kerja sama tim. Saya ingin menyebut Dota 2 lagi tapi nanti dikira antek IceFrog, jadi saya rekomendasikan yang lain deh. Mainkan League of Legends,OverwatchTree of Savior, atau seriBorderlands.

Membangun Apresiasi Terhadap Seni

Ini manfaat yang paling ya sukai dari video game. Sejujurnya, kalau saya gak pernah main video game mungkin saya tidak akan begitu peduli terhadap seni. Waktu kecil saya cukup suka menggambar dan mendengarkan musik, tapi hanya oleh karena itu penikmat seadanya saja. Ketertarikan besar terhadap seni anyar tumbuh sejak era PLAYSTATION One, ketika developer game mulai berlomba-lomba menghasilkan FMV canggih dan soundtrack bertaraf CD audio.
Gamer yang tumbuh di era modern jelas tidak bisa merasa "revolusi" saat game berganti dari kualitas piksel ke tampilan 3D canggih, jadi apresiasi yang dirasakan kelihatannya tidak sebesar gamer generasi tua. Tapi sisi baiknya, game zaman sekarang telah punya tampilan begitu indah sehingga bisa jadi kenalan seni yang valid. Teknologi music pun semakin modren dan murah, jadi main video game saja rasanya bisa semegah mendengarkan konser.
Video game memadukan seni visual, seni audio, juga seni sastra dalam 1 paket yang bisa dinikmati secara bersamaan. Setidaknya untuk tiga hal tersebut, wujud lah satu yang nyangkut jadi inspirasi di kepala. Selanjutnya tinggal mengembangkannya sehingga jadi skill yang memadai.

Rekomendasi

Mainkan game dengan tampilan visual menawan, soundtrack yang keren, atau cerita yang dalam. Game yang kuat di visual seperti Ori and the Shades Forest, Firewatch, dan The Witcher 3: Wild Search. Soundtrack berkesan bisa ditemui di Shovel Knight, Guilty Gear, atau Final Fantasy VII. Sementara dari sisi cerita, saya menjagokan Xenogears, Suikoden II, serta Final Fantasy Tactics.

Sebagai Alat Bantu Belajar, Terapi, atau Simulasi

Video game bisa dirancang khusus utk jadi sarana belajar maupun simulasi, apalagi dengan bantuan teknologi yang bisa membuat game terasa makin realistis. Saat ini sudah banyak seluruh jenis edugame beredar dalam pasaran, bahkan kabarnya tentara Amerika menggunakan game sebagai salah satu sarana latihan militer.
Banyak juga kisah inspiratif tentang bagaimana video game membantu seseorang melewati masa-masa sulit. Misalnya kisah bagaimana Journey membantu seorang gadis merelakan kepergian ayahnya yang meninggal akibat kanker, sampai riset yang membuktikan bahwa main game bisa memperlambat penuaan otak.
Saya tidak bisa memberi rekomendasi tentang game yang dapat memberi manfaat seperti ini karena sifatnya sangat spesifik dan biasanya melibatkan tenaga ahli. Tapi bila kamu penasaran, kamu bisa dengarkan pengalaman Andika Rama Maulana, sang penggemar game balap yang jadi pembalap betulan berkat game Gran Turismo 6.

Itu dia 10 potensi manfaat yang bisa kita dapatkan dari video game. Ingat, ini hanya potensi, belum tentu semua orang yang main game pasti bisa mendapat semua manfaat di atas. Yang namanya potensi tentu harus digali supaya bisa muncul dan terasa secara maksimal.
Kita juga tidak bisa memaksa seseorang untuk main game dengan genre tertentu, jadi mungkin saja manfaat yang dirasakan oleh satu gamer dengan gamer lainnya bisa berbeda. Apakah kamu termasuk orang yang pernah merasa mendapat manfaat dari video game? Kalau iya, manfaat seperti apa yang kamu rasakan? Ayo berbagi pengalaman di kolom komentar.